di X my Ex



Secara tiba-tiba gambar itu menghampiri di tengah tengah pikiran yang ribet ini. Keliatan beda banget. hah ingin rasanya mengomentari.

ya ini soal cinta cintaan dan itu sangat hina, sudah pasti. tapi ini yang kurasa ingin rasanya aku curahkan di blog ini.

Sengaja ku buat sebuah tweet ngaco dan kenapa kamu tap love? 

Wah. Sepertinya kehadiran ini kamu notice. apa ini lah awal?  kuberanikan diri memulai percakapan lewat direct message. Hati kembali berdebar rasa campur aduk. bahagia dan ngarep. jika itu backsound maka kubutuhkan naff, akhirnya ku menemukanmu.

Ini sudah 3 hari dan hampir setiap hari selalu ada percakapan yang dibuat. dan kamu ingat? terakhir ku memberi semangat? ya itu yang terakhir.

Bukan hanya soal seperti kamu ingin sekali dikejar dan aku tak mau berjuang. Tapi rasa yang kamu hadirkan seperti ada suatu yang barusaja berakhir. oh ya? kasian banget. disaat yang tepat aku hadir uh betapa bahagia nya.

Kamu selalu resah tentang pernikahan. ya kita sama. bukankah inilah jawaban?
tapi apa ada penghasilan yang besar itu? atau masih mencari yang berspek korea itu? 
dan kamu menunggu apa lagi?

Semua ini terasa seperti sampah. Sampah yang mungkin bisa saja ku ambil kembali. namun ini sampah. ya ini sampah!

Oh ya. ingin sekali aku ucapkan "Selamat". selamat ya bodoh.

Untuk kamu disana mungkin akan ada saatnya aku rindukan kembali namun selayaknya series neflix, semua ada ujungnya. Dan hari inilah series itu berakhir.

done!
good luck!




  
 

Komentar